Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Komisi 3 DPRD Lebak Dan Badak Banten Perjuangan Kecewa RDP Tidak Dihadiri PT Aplus Pasifik dan PT Tunas Andalas Sukses.

Kamis, 20 Maret 2025 | Maret 20, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-03-21T01:51:44Z
Komisi 3 DPRD Lebak Dan Badak Banten Perjuangan Kecewa RDP Tidak Dihadiri PT Aplus Pasifik dan PT Tunas Andalas Sukses.
King Badak : Kami Minta Mitra Outsourcing Di Hentikan, RDP Dengan PT Aplus Dijadwalkan Jilid II
 Lebak_SAPUJAGATNEWS.com
Rapat dengar pendapat di ruangan Bamus komisi III DPRD Lebak yang dimohon oleh Ormas Badak Banten Perjuangan dianggap berjalan tidak maksimal dan tidak menyentuh pada poin inti dari maksud dan tujuan yang diharapkan pihak pemohon, karena termohon utama yaitu PT Aplus Pasifik dan mitra aoutsoursingnya tidak hadir dalam acara tersebut,
 Kamis, 20/03/2025.

  Dalam RDP yang dibuka oleh Ketua Komisi III Jun Ibnu Jarta tersebut hanya dihadiri oleh pihak eksekutif yakni Kaban PTSP, Sekdis Disnaker, Kadis LH, Pimpinan Dishub, Camat Rangkas Bitung dan Kepala Desa Nameng serta Badak Banten Perjuangan sebagai pemohon.

 Dalam prolog pembuka Ketua Komisi III Jun Ibnu Jarta mengatakan, RDP ini seyogyanya dihadiri oleh PT Aplus Pasifik dan Mitra Outsorsingnya, namun karena mereka tidak hadir nanti kita panggil lagi di RDP kedua, ketiga dan seterusnya sampai mereka bisa hadir. 

Ucapnya Kami sebagai anggota DPRD Lebak merasa tidak dihargai oleh pihak termohon, undangan sudah dilayangkan tapi mereka tidak ada perwakilannya sama sekali.

 Namun RDP ini tetap kita lanjutkan. Ujar Jun Sementara itu Ketum Badak Banten Perjuangan Eli Sahroni mengatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran PT Aplus Pasifik dan Mitra Outsorsingnya. 

 "Kami menyayangkan termohon utama tidak hadir, Namun tidak apa-apa RDP kita lanjutkan, intinya kami meminta kepada Komisi III agar mengevaluasi kerjasama outsorsing PT Andalas sukses dengan PT Aplus Pasifik Berdasarkan hasil penelusuran tim kami di lapangan pemecatan sepihak sudah terjadi berulang kali, hanya kali ini saja mereka mau bermusyawarah dengan korban pemecatan, itupun setelah ada reaksi dari Badak Banten Perjuangan menyikapi persoalan tersebut, yang sebelum sebelumnya mana ada kompromi..pecat ya pecat aja ga ada lagi ruang dan peluang kepada karyawan korban pemecatan untuk protes. 

Ujar Eli Sahroni Pria yang akrab dengan sebutan King Badak ini menambahkan, kami mendeteksi ada ketidak profesional dalam manajemen ketenagakerjaan yang dilakukan oleh PT. Andalas Sukses sebagai mitra outsorsing PT Aplus Pasifik.

 Untuk itu kami minta kepada Komisi III untuk meninjau kerjasama outsorsing antara PT Aplus Pasifik dengan PT Andalas Sukses karena tidak sesuai dengan semangat investasi di Lebak yang menekankan adanya pemberdayaan masyarakat lokal yang maksimal. 

 Kami juga meminta kepada Pimpinan OPD yang hadir perihal dokumen perizinan PT Aplus Pasifik untuk kajian kami lebih lanjut.

 Ungkapnya Kemudian, mari kita sama-sama tinjau sejauhmana tentang realisasi CSR PT Aplus Pasifik, apakah sudah sesuai nilainya dengan apa yang diamanatkan peraturan perundang-undangan tentang CSR? Dan apakah penyalurannya sudah tepat sasaran?.

 Ujar King Badak Berawal dari PT Aplus Pasifik kami mohon kepada komisi III agar bisa mengoptimalian pengelolaan CSR di Kabupaten Lebak supaya manfaatnya dirasakan oleh masyarakat Lebak.

 Kami minta dokumen Perda CSR yang sudah ada, untuk kami kaji lebih lanjut agar pengelolaan CSR dan adanya Forum CSR di Kabupaten Lebak bisa berjalan sesuai harapan.

 Closing statement dari kami ormas Badak Banten Perjuangan bahwa kami tidak alergi dengan adanya investasi malah kami mendorong agar di Lebak ini tumbuh subur investasi, dengan catatan investasinya harus sehat bisa menguntungkan bagi investor, meningkatkan PAD bagi daerah serta berdampak positif kepada masyarakat sekitar. 

 Penegasan sekali lagi kami minta RDP berikutnya agar pihak PT Aplus Pasifik dan Mitra Outsorsingnya bisa hadir. Tutup Eli Sahroni
                (Culai/Red)
×
Berita Terbaru Update